Nama :
Siti Khoiria
NIM :
120210301095
Mata Kuliah :
Perekonomian Indonesia
Kelas : A
Ekonomi Indonesia dalam Perspektif Pasar Global
I.
Latar
Belakang
Pasar global merupakan pasar berskala dunia yang terbuka bagi
seluruh pelaku usaha. Pada dasarnya Pasar global mengalami perkembangan yang
pesat belakangan ini karena beberapa faktor, antara lain: Adanya beberapa
negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah,
misalnya China dan Taiwan. Yang mana Semakin banyak orang yang melakukan
perjalanan antar negara yang secara langsung menjadi konsumen global dan banyaknya
transportasi antar negara dapat mempermudah distribusi produk, sehingga Perdagangan
dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia.
Di tengah terpuruknya kondisi
ekonomi global menjadi tantangan sendiri bagi perekonomian Indonesia. Oleh
sebab itu, Indonesia memberanikan diri untuk berpartisipasi dalam pasar global
dengan menandatangi perjanjian AFTA. Keterlibatan Indonesia dalam AFTA ini
bukanlah hal yang baru, sebab sebelumnya Indonesia sudah menceburkan diri dalam
APEC (Asia Pasific Economic Cooperation) dan ACFTA (Asean China Free Trade
Agreement). Secara agresif ACFTA telah berjalan sejak tahun 2010 dengan hasil
yang tidak terlalu menggembirakan bagi Indonesia, khususnya terkait posisi
perdagangan dengan china. Sejak ACFTA berjalan, deficit neraca perdagangan
Indonesia kian besar terhadap china sehingga menerbitkan kecemasan manfaat
ACFTA tersebut bagi ekonomi nasional. Kasus ACFTA ini tentu merupakan pelajaran
berharga bagi Indonesia untuk menapaki AFTA.
Melihat
perspektif tersebut, maka pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan sebagai
langkah terkait dampak krisis ekonomi global. Langkah antisipasi tersebut
diantaranya, melakukan ekspansi pasar ekspor, mencegah tejadinya pemutusan
hubungan kerja, dan meningkatkan daya beli masyarakat.
II.
Pembahasan
Seperti
yang kita ketahui bahwa Secara normatif landasan ideal sistem ekonomi
Indonesia adalah Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, maka sistem
ekonomi Indonesia adalah system ekonomi yang berorientasi kepada Ketuhanan Yang
Maha Esa (berlakunya etik danmoral agama, bukan materialisme); Kemanusiaan yang
adil dan beradab (tidak mengenal pemerasan atau eksploitasi); Persatuan
Indonesia (berlakunya kebersamaan, asas kekeluargaan, sosio-nasionalisme dan
sosio-demokrasi dalamekonomi); Kerakyatan (mengutamakan kehidupan ekonomi
rakyuat dan hajathidup orang banyak); serta Keadilan Sosial (persamaan atau
emansipasi, kemakmuran masyarakat yang utama bukan kemakmuran
orang-seorang).Dari butir-butir di atas, keadilan menjadi sangat utama di dalam
system ekonomi Indonesia. Keadilan merupakan titik-tolak, proses dan tujuan
sekaligus.
Pasal
33 UUD 1945 adalah pasal utama bertumpunya sistem ekonomi Indonesiayang
berdasar Pancasila, dengan kelengkapannya, yaitu Pasal-pasal 18, 23, 27(ayat 2)
dan 34. Berdasarkan TAP MPRS XXIII/1966, ditetapkanlah
butir-butir Demokrasi Ekonomi (kemudian menjadi ketentuan dalam GBHN 1973,
1978,1983, 1988), yang meliputi penegasan berlakunya Pasal-Pasal 33, 34, 27
(ayat 2),23 dan butir-butir yang berasal dari Pasal-Pasal UUDS tentang hak
milik yuang berfungsi sosial dan kebebasan memilih jenis
pekerjaan. Dalam GBHN 1993 butir-butir Demokrasi Ekonomi ditambah dengan
unsure Pasar 18 UUD 1945. Dalam GBHN 1998 dan GBHN 1999, butir-butir Demokrasi
Ekonomi tidak disebut lagidan diperkirakan dikembalikan ke dalam Pasal-Pasal
asli UUD 1945.
Landasan
normatif-imperatif ini mengandung tuntunan etika dan moral luhur,yang
kedaulatan, rakyat sebagai ummat yang dimuliakan Tuhan, yang hidup
dalam persaudaraan satu sama lain, saling tolong-menolong dan bergotong-royong.
Dari
ketiga sistem ekonomi yang ada yakni sistem ekonomi kapitalis, sosialis dan
campuran. Pada masa kini perekonomian global lebih mengarah
ke system ekonomi kapitalis karena telah mengarah pada ciri-ciri
kapitalis. Alasan yang mendasari adalah pihak swasta diberikan kebebasan yang
sebesar - besarnya untuk mengembangkan dan memperluas usahanya tanpa
dibatasi pemerintah yang dapat merugikan masyarakat yang memiliki usaha kecil.
Kondisi ekonomi Indonesia yang selalu
dibayang-bayangi oleh ekonomi global tersebut akan semakin memicu masyarakat
serta pengusaha-pengusaha bahkan pemerintah untuk selalu bersaing dan
mempertahankan diri dikancah internasional. Oleh sebab itu, Indonesia harus
mengetahui kondisi pasar global dari segi Ekonomi Mikro dan Ekonomi Makro.
1.
Ekonomi Mikro
Ilmu ekonomi mikro adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari
perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan
kuantitas factor input, barang, dan jasa yang diperjual belikan. Ekonomi mikro
meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi
penawaran dan permintaan atas barang dan jasa yang akan menentukan harga dan
bagaimana harga pada gilirannya menentukan penawaran dan permintaan barang dan
jasa selanjutnya.
Salah satu tujuan ekonomi mikro adalah menganalisa pasar beserta mekanismenya yang membentuk harga relatif
kepada produk dan jasa, dana lokasi dari sumber terbatas diantara banyak
penggunaan alternatif. Ekonomi mikro menganalisa kegagalan
pasar,yaitu ketika
pasar gagal dalam memproduksi hasil yang efisien; serta menjelaskan berbagai
kondisi teoritisyang dibutuhkan bagi suatu pasar persaingan sempurna.Bidang-bidang penelitian yang penting dalam ekonomi
mikro, meliputi pembahasan mengenaikeseimbangan umum (general equilibrium),
keadaan pasar dalam informasi asimetris,pilihan dalam situasi ketidakpastian,serta berbagai aplikasi ekonomi dari teori
permainan. Juga mendapat
perhatian ialah pembahasan mengenaielastisitas produk dalam sistem pasar.Indonesia masih memiliki
beberapa permasalahan seputar ekonomimikro. Masalah seperti pembangunan
infrastruktur seperti jalan tol
dan pelabuhan yang menjadi gerbang masuknya devisa asing.
Globalisasi telah menciptakan pertumbuhan bagi Negara-negara di
Asia dengan ditunjukan oleh banyak orang yang sejahtera karena eksport
industrialisasi, tetapi banyak juga menganggap bahwa dengan globalisasi orang
tereksploitasi oleh prosesnya. Oleh karena itu globalisasi bagi Negara
berkembang terutama Indonesia merupakan suatu potret suram akibat keganasan
globalisasi yang dapat menyebabkan semakin miskinnya orang Indonesia.
Masalah pengangguran dan kemiskinan merupakan masalah
klasik yang selalu melekat dan menjadi ciri khas negara Indonesia, masalah
ini jugamerupakan masalah yang paling klimaks dihadapi
oleh negara ini, sebab proses penyelenggaraan Negara yang begitu panjang akan
membayangkan adanya pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan. Konsep yang
amat dekat dengan konsep kemiskinan adalah impoverishment (hal-hal
menyebabkanseseorang atau sesuatu menjadi lebih miskin). Proses impoverisment
adalahsebuah proses aktif menghilangkan akses dan hak-hak dasar yang
secarasistematik direproduksi dan diciptakan oleh sejumlah mekanisme
globalseperti kerusakan lingkungan hidup, kehancuran sumberdaya rakyat,
inflasi, pengangguran dan politik utang luar negeri. Proses inilah yang
dikenal proses pelemahan (disepowerment) ekonomi, ekologi, social, politik, dan
kebudayaan khususnya bagi kelompok-kelompok masyarakat minoritas dan
terpinggirkan.
Usaha
mikro sering merupakan usaha tingkat survival (usaha untuk mempertahankan
hidup survival level activities), yang kebutuhankeuangannya dipenuhi oleh
tabungan dan pinjaman berskala kecil. Serta kekuatan usaha mikro bisa di jadikan sebagai alternatif dalam mengurangi pengangguran, karena
pengurangan pengangguran secara otomatis akan memberikan dampak positif untuk
bisa mengurangi kemiskinan di Indonesia, tetapi alternative tersebut tidak bisa
berjalan begitu saja tanpa mendapatkan dukungan secara maksimal oleh pemerintah
dan swasta dengan memberikan akses keadilan bagi usaha tersebut.
2.
Ekonomi Makro
Ekonomi makro atau macroekonomics adalah studi tentang
ekonomisecara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi
yangmempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar.Ekonomi
makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi
target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi,stabilitas harga,
tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan.Ilmu
ekonomi makro mempelajari variabel-variabel ekonomi secaraagregat
(keseluruhan). Variabel-variabel tersebut antara lain : pendapatan nasional,
kesempatan kerja dan atau pengangguran, jumlah uang beredar, lajuinflasi,
pertumbuhan ekonomi, maupun neraca pembayaran internasion.
Ø Ilmu
ekonomi makro mempelajari masalah-masalah ekonomi utamasebagai berikut :
a. Sejauh
mana berbagai sumber daya telah dimanfaatkan di dalamkegiatan ekonomi. Apabila
seluruh sumber daya telah dimanfaatkankeadaan ini disebut full employment.
Sebaliknya bila masih adasumber daya yang belum dimanfaatkan berarti
perekonomian dalam keadaan under employment atau terdapat pengangguran/belum
berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
b.
Sejauh mana perekonomian dalam
keadaan stabil khususnya stabilitasdi bidang moneter. Apabila nilai uang
cenderung menurun dalam jangka panjang berarti terjadi inflasi. Sebaliknya
terjadi deflasi.
c.
Sejauh mana perekonomian mengalami
pertumbuhan dan pertumbuhantersebut disertai dengan distribusi pendapatan yang
membaik antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan dalam distribusi pendapatan
terdapat trade off maksudnya bila satu membaik yang lainnya cenderung memburuk.
Adapun faktor yang mempengaruhi makro ekonomi Indonesia saat
iniadalah krisis utang eropa yang menyebabkan melemahnya perekonomianglobal.
Namun, masa depan perekonomian Indonesia diramalkan tetap cerahkendati melamban
ditengah krisis utang Eropa dan melemahnya perekonomian Amerika Serikat.
Setidaknya ini prediksi dari berbagai ekonom dan lembagakeuangan dunia
III.
Daftar Rujukan
1.
Ahmad Erani Yustika. 2014. Perekonomian
Indonesia Memahami Masalah dan Menetapkan Arah. Malang: Selaras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar